Laman

Minggu, 29 Mei 2011

Tanda dan Gejala Diabetes Mellitus

             Tidak sedikit penderita diabetes melitus yang terkejut ketika dinyatakan mereka mengidap diabetes karena mereka sama sekali tak merasakan adanya gejala. Diabetes berkembang secara bertahap dan tidak selalu memperlihatkan gejala. Sekalipun ada, biasanya hanya beberapa tanda. Ini umumnya terjadi pada diabetes tipe dua.

              Dua gejala klasik yang sering dialami penderita diabetes adalah rasa haus dan lapar yang meningkat, serta seringnya hasrat buang air kecil. Ketika kadar gula dalam darah tinggi, ginjal tidak lagi sanggup menyerap kembali semua gula darah yang tersaring itu. Gula yang bersirkulasi itu akan membawa air yang berasal dari jaringan tubuh. Akibatnya, orang tersebut akan merasa kehausan.

              Orang yang menderita diabetes juga sering merasa kelaparan. “Ini terjadi karena gula darah tidak bisa masuk ke dalam sel, akibatnya sel-sel akan mengirim sinyal lapar ke otak. Orang yang bersangkutan kekurangan energi dan merasa lemas,” papar dr Aris Wibudi, SpPD, KEMD, ahli diabetes dari RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, dalam acara media edukasi “Nutrisi Seimbang untuk Cegah dan Atasi Diabetes” yang diadakan oleh Nutrifood di Jakarta, Selasa (11/5/2010).

               Gejala lain dari diabetes yang juga sering muncul adalah turunnya berat badan dengan penyebab yang tidak jelas, rasa kesemutan, gusi merah, bengkak dan sensitif, pandangan jadi kabur, rasa seperti terkena flu, dan sebagainya. Namun, dr Aris mengingatkan bahwa diabetes lebih sering tidak bergejala.
Itu sebabnya kita perlu melakukan pemeriksaan gula darah di awal usia 30 tahun, terutama untuk mereka yang termasuk dalam kelompok risiko tinggi, yakni memiliki riwayat keluarga menderita diabetes, gemuk, dan berusia di atas 30 tahun.
“Jangan tunggu sampai ada gejala baru periksa karena itu sudah terlambat enam tahun. Apalagi kalau sudah sampai merasa sering kesemutan, Anda sudah terlambat 10 tahun,” papar dr Aris.
Kadar gula darah yang tinggi merupakan kondisi yang serius. Namun, jika dikenali secara dini, biasanya komplikasi bisa dihindari. “Intervensi dan perubahan gaya hidup lewat pengaturan pola makan dan akivitas fisik bisa mencegah perburukan penyakit,” paparnya. Kalau begitu, jangan tunggu besok. Lakukan pemeriksaan gula darah mulai sekarang.
Sumber: Kompas.com | Selasa, 11 Mei 2010 | 17:32 WIB

Tidak ada komentar: